Saturday, 10 October 2020

Adab Seorang Santri Terhadap Diri Sendiri

Seorang pelajar atau santri seyogyanya harush memiliki adab dan tatakerama yang baik. Selain memiliki adab kepada guru dan teman-temannya, santri juga harus memiliki adab terhadap diri sendiri. Adapun adab yang harus dimiliki santri terhadap diri sendiri sebagai berikut:
Seorang pelajar atau santri seyogyanya harush memiliki adab dan tatakerama yang baik. Selain memiliki adab kepada guru dan teman-temannya, santri juga harus memiliki adab terhadap diri sendiri. Adapun adab yang harus dimiliki santri terhadap diri sendiri sebagai berikut:

Menghindari Diri dari Sifat Ujub

Ujub adalah melebih-lebihkan kenikmatan dan lupa bahwa Allah lah Dzat yang membarikan semua kenikmatan tersebut kepada dirinya serta menganggap segala pencapaian yang ia peroleh merupakan jerih payahnya sendiri.

Ibnul Mubaraq berkata:

Ujub adalah kertika seseorang menganggap dan merasa dirinya memiliki kelebihan yang oranglain tidak memilikinya

Dengan demikian kita mengetahui bahwa ujub itu merupakan sikap atau perilaku yang tercela meskipun hanya di batin. Misalnya ada orang yang bangga dengan diri nya sendiri bahwa dia memiliki kepintaran sehingga dengan kepintaran yang dia miliki dia memandang orang lain dengan pandangan yang hina dan rendah.

Hal ini sangat tidak dibolehkan dalam islam, karena kita harus menyadari semua yang kita miliki merupakan karunia dari Allah dan jangan sampai kita ujub dengan karunia tersebut.

Tawadhu’

orang yang tawadhu’ dan dan bersikap jujur akan mudah dikasihi dan di percaya oleh orang lain.

Tawadhu’ bukan berarti orang yang rendah diri, tetapi orang yang percaya diri, berani dan selalu optimis. Dengan memiliki sifat tawadhu’ seseorang yang merasa dirinya biasa-biasa saja akan tetapi ia memiliki banyak kelebihan dari orang lain.

Diantara ciri ciri yang di miliki oleh orang yang tawadhu’ adalah tidak berambisi untuk menjadi orang yang dikenal oleh penduduk bumi. Orang yang tawadhu’ sangat banyak keutamaannya diantaranya adalah derajatnya diangkat oleh Allah, menghasilkan keselamatan, terhindar dari sifat sombong, dan lain sebagainya.

Berwibawa

Agar seseorang terlihat berwibawa, hal yang harus dilakukan adalah

-    -Menjaga sikap

Untuk menjaga sikap kita perlu berbicara hal-hal yang urgen saja. Ketika seseorang mampu menjaga mulutnya dari perkara yang tidak penting maka itu dapat membuktikan kalah ia adalah orang yang efektif dan realistis. Selian dengan tidak banyak berbicara perlu juga untuk mengurangi gurauan

-Selalu Tenang

Ornag yang mampu bersabar dan tetap tenang dalam situasi gentig dan mendapat masalah yang besar adalah orang yang memiliki sifat kedewasaan yang matang.

-     -Memiliki wawasan yang luas

   Dengan wawasan yang luas membuat seseorang lebih mudah dalam mencari bahan pembicaraan dan mudah untuk menyesuaikan diri dengan lawan bicara. Selain itu orang yang memiliki wawasan yang luas juga sangat mudah untuk bersosialisasi dengan berbagai kalangan.

         Mejaga pandangan dari hal-hal yang buruk

Menjaga pandangan dalam Islam adalah menundukkan pandangan. Ini merupakan hal yang sangat penting sekali untuk diperhatikan karena dengan tidak menjaga pandangan akan muncul tindakan-tindakan asusila dan kriminal.

        Amanah

orang yang memiliki sifat amanah maka ia akan membawa keamanan dan menebar kebaikan serta damai bagi setiap orang di sekitarnya. Orang yang amanah akan selalu berusaha mengajak orang lain untuk tetap berada dalam petunjuk dan hidayah Allah, serta membimbing untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Labels:

Friday, 9 October 2020

Lisanmu Menentukan Kedudukanmu Di Akhirat



Diantara banyaknya identitas seorang mukmin diantaranya adalah mereka yang senentiasa berkata baik. Menahan lisan untuk tidak berkata yang buruk dan memaki orang lain. 


Setiap insan tidak akan pernah mencapai kualitas dirinya dan kualitas hidupnya sampai memperhatikan apa yang ia ucapkan dan apa yang dia sampaikan. Siapapun mereka yang senantiasa memperhatikan ucapannya, sejatinya dia sedang memperhatikan bagaimana kedudukannya di surga. 


Siapapun mereka yang tidak pernah memperhatikan dan justru melalaikan apa yang dia ucapkan, apa yang dia tulis pada jempolnya maka sebenarnya dia sedang mengatur kedudukan bangkunya di neraka. 


Jadi ucapan seseorang sangatlah menentukan tempat kembalinya di akhirat kelak, berhati-hatilah dengan lisan. Pergunakan dengan sebaik-baiknya, dan selalu berdoa kepada Allah agar lisan kita selalu dijaga dari perkara yang buruk.


Rasulullah memberikan jaminan, siapapun yang menjaga dari apa yang keluar dari mulutnya dan apa yang keluar dari kemaluannya maka tidak ada tempat baginya kecuali adalah surga dan ridha Allah swt.


Inilah yang menjadikan kita mengetahui,

Berkatalah yang baik karena alam di sekitar kita bereaksi dengan ucapan kita, baik itu yang baik maupun yang buruk.

Ucapkanlah yang baik karena penduduk langit itu selalu mengaminkan apapun yang kita ucapkan, baik itu sesuatu yang sifatnya mulia maupun sifatnya yang tercela. Jangan sampai ketika kita berkata yang buruk kemudian diaminkan oleh para penduduk langit, maka sungguh celaka kita jika demikian.


Ucapkanlah yang baik, karena engkau akan dijauhkan dari api neraka, bukan hanya semata-mata karena sholat dan sedekah, tapi juga dijaukannya kita dari api neraka ketika kita menjaga lisan kita dan lembutnya lisan kita dalm berkata-kata.


Diantara banyaknya identitas seorang mukmin diantaranya adalah mereka yang senentiasa berkata baik. Berkata yang baik kepada Allah, berkata yang baik kepada orang yang beriman, berkata yang baik kepada orang yang fakir dan berkata baik juga kepada pelaku maksiat supaya mereka mendapatkan hidayah walaupun mereka sedang tenggelam dalam dosa dan kemaksiatannya.

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

"Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga"

Labels: ,

Wednesday, 26 February 2020

Pelajaran Dari Lebah

Lebah tunduk kepada Allah swt. dan menerima apa pun yang Dia berikan kepada mereka. Mereka diciptakan untuk melayani kita, dan agar kita menghargai mereka sebagai hadiah dari Allah. Lebah senang dan puas untuk melaksanakan tujuannya. Giliran kita sebagai manusia untuk tunduk kepada Allah, menyembah-Nya dan puas dengan apa yang Dia berikan kepada kita.

Surat ke 16-dari Quran disebut "An-Nahal" atau Lebah. Lebah telah memproduksi madu sekitar 15 hingga 20 juta tahun. Meskipun surah ke-16 berbicara tentang banyak hal menarik, Allah swt. memilih nama "Lebah", untuk mendapatkan perhatian kita pada pentingnya lebah. Lebah adalah salah satu dari mukjizat Allah swt. Kita harus melihat mereka, belajar dari mereka dan ingat untuk mengatakan, Subhana Allah, atau Mashaa Allah, itulah yang dikehendaki Tuhan. Tujuan Tuhan  memberi kita makhluk yang indah ini untuk melayani kita.

Lebah tidak hanya memberi kita madu lezat yang kita konsumsi, tetapi mereka juga sangat penting untuk menjaga tanaman kita hidup dan sehat. Mereka juga membuat lilin lebah yang digunakan dalam banyak barang. Ketika lebah pergi ke bunga untuk memakan serbuk sari mereka (bagian kecil dari bunga yang penting untuk menanam biji, buah, atau lebih banyak bunga), mereka membawa beberapa serbuk sari ini ke tubuh mereka. Mereka memindahkan serbuk sari ini di antara bunga yang berbeda. Itulah yang kami sebut penyerbukan silang. Penyerbukan ini membantu menjaga tanaman tetap hidup dengan membuat lebih banyak biji atau bunga. Dari biji kita dapat memiliki lebih banyak tanaman.

Itu adalah mukjizat Tuhan yang luar biasa. Lebah adalah pekerja utama penyerbukan silang. Jika bukan karena mereka, setengah dari bunga kami yang paling indah akan hilang. Lebah bekerja dengan kecepatan luar biasa. Seekor lebah madu, menyodorkan hidungnya menjadi satu bunga demi bunga, dapat menyerbuki dengan kecepatan sekitar 30 bunga per menit!

Lebah tunduk kepada Allah swt. dan menerima apa pun yang Dia berikan kepada mereka. Mereka diciptakan untuk melayani kita, dan agar kita menghargai mereka sebagai hadiah dari Allah. Lebah senang dan puas untuk melaksanakan tujuannya. Giliran kita sebagai manusia untuk tunduk kepada Allah, menyembah-Nya dan puas dengan apa yang Dia berikan kepada kita.

Dalil

QS.16: 68-69 artinya: Dan Tuhanmu mengilhami lebah: membangun rumah di gunung dan pohon, dan di (sarang) mereka membangun untukmu. Kemudian makanlah dari semua buahnya, dengan mengikuti rancangan Tuhanmu, dengan tepat.  Dari perut mereka muncul minuman warna yang berbeda, di mana ada obat untuk manusia. Ini harus menjadi (cukup) bukti bagi orang yang memikirkan.

Kebanyakan dari kita tidak mengetahui bahwa, lebah betinalah yang membuat sarang, bukan lebah jantan. Informasi ini tidak diketahui ketika Quran diberikan kepada Nabi Muhammad lebih dari 1400 tahun yang lalu, tetapi hanya Allah yang tahu. Allah dalam Al Qur'an menggunakan kata-kata yang berarti lebah betinalah yang membangun sarang.

Beberapa fakta menarik tentang Lebah

  • Lebah mempertahankan suhu 92-93 derajat Fahrenheit di dalam sarangnya terlepas dari apakah suhu di luar sangat panas atau sangat dingin ..
  • Lebah madu menghasilkan lilin lebah dari area kecil di bagian bawah tubuh mereka.
  • Lebah madu harus mengkonsumsi sekitar 17-20 pon madu untuk dapat menghasilkan setiap pon lilin lebah.
  • Lebah madu dapat terbang hingga 10 mil dari sarangnya untuk mencari makanan. Namun, biasanya, mereka terbang satu atau dua mil jauhnya dari sarang mereka untuk mencari makanan di atas bunga.
  • Lebah madu pekerja hidup selama sekitar 4 minggu di musim semi atau musim panas, tetapi hingga 6 minggu selama musim dingin.
  • Ratu dapat bertelur 600-800 atau bahkan 1.500 telur setiap hari selama 3 atau 4 tahun masa hidupnya. Produksi telur harian ini mungkin sama dengan beratnya sendiri. Dia terus-menerus diberi makan dan dirawat oleh lebah pekerja.
  • Koloni yang sibuk dapat berisi 40.000 hingga 60.000 lebah.
  • Lebah madu terbang dengan kecepatan 15 mil per jam. Lebah madu mengunjungi 50-100 bunga selama satu perjalanan pengumpulan.
  • Madu adalah 80% gula dan 20% air. Ini adalah makanan lezat ketika dimakan dengan sendirinya atau ditambahkan ke makanan lain.
  • Madu telah digunakan selama ribuan tahun sebagai pembalut luka karena mikroba tidak dapat hidup di dalamnya.
  • Lebah madu harus menyadap sekitar dua juta bunga untuk menghasilkan satu pon madu.
  • Seekor lebah terbang lebih dari 55.000 mil untuk membawa Anda satu pon madu. Rata-rata lebah madu pekerja hanya menghasilkan 1/12 sendok teh dalam hidupnya.

Labels: ,

Tuesday, 25 February 2020

Pentingnya Akhlak Dalam Islam

Pentingnya Akhlak Dalam Islam, Akhlaqul karimah, Akhlak Terpuji, Akhlak tercela
Imam Al-Ghazali membagi Akhlak menjadi dua kondisi, yaitu stabilitas dan spontanitas. Stabilitas moral adalah karakter yang memungkinkan para pelaku melakukan perbuatan baik yang secara konsisten, permanen, dan berkelanjutan sehingga perbuatan tersebut menjadi kebiasaan. Sedangkan moral spontan hadir ketika peluang muncul, dilakukan tanpa paksaan dan tanpa pikir panjang.

Pentingnya Akhlak Dalam Islam

Defenisi Akhlak

Akhlaq atau moralitas sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam buku yang berjudul “Ihya Ulumiddin” adalah temperamen yang tetap kuat dalam jiwa. Karakter moral dalam jiwa muncul karena perbuatan tertentu yang dilakukan oleh setiap orang.

Kondisi Akhlak

Imam Al-Ghazali membagi Akhlak menjadi dua kondisi, yaitu stabilitas dan spontanitas. Stabilitas moral adalah karakter yang memungkinkan para pelaku melakukan perbuatan baik yang secara konsisten, permanen, dan berkelanjutan sehingga perbuatan tersebut menjadi kebiasaan. Sedangkan moral spontan hadir ketika peluang muncul, dilakukan tanpa paksaan dan tanpa pikir panjang.
Menurutnya, orang dengan moralitas atau akhlak yang baik dapat mengendalikan setidaknya empat hal yang cukup sulit dikendalikan dalam berbagai aspek kehidupan diantaranya:

  • Nafsu

Orang yang memiliki akhlak yang baik, dia akan bisa mengendalikan nafsunya sesuai dengan ketentuan Allah swt. Memang manusia diciptakan memiliki nafsu, dan akal, orang yang memiliki akhlak yang baik akan menggunakan akalnya untuk berfikir terlebih dahulu sebelum berbuat sesuatu, agar perbuatannya tidak melanggar ketentuan Allah swt.

  • Amarah

Setiap manusia memiliki rasa marah, akan tetapi manusia yang memiliki akhlak baik dia tau kapan harus marah dan kapan harus sabar. Karena islam telah mengatur itu semua. Jika seseorang marah seenaknya saja, tanpa berfikir akibat dari marah itu, maka dia akan menyesal, karena marah tidak akan menyelesaikan masalah, akan tetapi membuat masalah menjadi lebih rumit lagi.

  • Keadilan

Orang yang memiliki akhlak baik dia akan selalu berbuat adil dalam kehidupannya sehari-hari, karena keadilan merupakan salahsatu bentuk dari akhlaq al-karimah

Dengan demikian, moral tidak hanya mengatur perilaku kata-kata, tetapi juga perilaku sikap dan perbuatan sehari-hari seseorang.

Ada cerita menarik tentang Akhlak seorang anak lelaki menggembalakan domba. Suatu kali Khalifah Umar bin Abdul Aziz mendekati seorang anak yang merawat domba pemiliknya.Untuk menguji kejujuran anak itu, Umar bin Abdul Aziz bertanya: "Nak, maukah kamu menjual dombamu kepada saya?" Anak itu kemudian menjawab, "Domba-domba ini bukan milik saya, tetapi milik majikan saya." Saya hanya bertugas untuk merawatnya saja.

Umar tidak berhenti dan terus membujuk anak itu untuk menjualnya, ia berkata: "Tetapi jika Anda menjual satu untuk saya, majikan Anda tidak akan tahu,". Kemudian bocah itu menjawab: “Majikan saya tidak tahu, tetapi Allah selalu tahu. Dan aku tidak ingin mengecewakan Tuhanku“.

Jika disandingkan dengan hadis Nabi Muhammad, sikap anak itu bahkan sudah bisa menggambarkan apa itu karakter yang mulia. Nabi Muhammad pernah bersabda:
“Kebaikan adalah melakukan tindakan apa pun yang membuat hatimu bahagia. Sementara kejahatan adalah ketika hal-hal yang Anda lakukan, membuat hati Anda gelisah. "

Labels: ,

Wednesday, 12 February 2020

9 Keutamaan Membaca Alquran

Keutaman membaca Alquran -Merenungkan ayat-ayat Allah adalah suatu bentuk ibadah yang membuat kita dekat dengan Allah swt. Kalam Allah (alquran) bukanlah bukubiasa  seperti buku-buku yang lainnya. al-quran itu adalah Firman Allah yang tak akan lekang oleh waktu, sebagai pedoman hidup dan mati . Oleh karena itu wajib bagi kita untuk mempelajari alquran lebih kita utamakan daripada belajar buku-buku yang lain. 

Saudara-saudari Muslim yang dimuliakan oleh Allah swt.! Ketahuilah bahwa membaca dan merenungkan alquran, mencurahkan waktu kita secara rutin untuk mempelajari dan mengamalkannya akan memiliki manfaat yang sangat luar biasa dalam kehidupan kita. diantara keutamaan yang kita peroleh dengan membaca alquran adalah:

Baca Juga: 7 Amalan Sedekah Jariyah Melimpah Pahala 

1 - Membaca dan Merenungkan Alquran Memenuhi Kewajiban Islam.

merupakan suatu keharusan bagi kita untuk membaca alquran secara rutin, mempelajari aturan-aturan tajwid dan membacanya dengan indah, mempelajari tentang tafsirnya dan asbabun nuzulnya. Kalam Allah yang sempurna (alquran) wajib bagi kita untuk mematuhi perintah dan menjauhi larangan yang ada di dalamnya, mempelajarinya dan mendakwahinya. [Lihat Jaami'ul-'Uloom wal-Hikam dari Ibn Rajab Al-Hambalee] Jadi dengan membaca dan merenungkan Alquran, kita memenuhi kewajiban dan diberi imbalan pahala. selain itu, Alquran juga menjadi penolong pada Hari Pengadilan nanti!

2 - Alquran Akan Menjadi Penolong Bagi Kita Pada Hari Pengadilan.

Ini karena pernyataan Rasul: "Dan Al-Qur'an adalah penolong bagimu dan juga bisa menjadi penyebab kamu di azab." [Muslim] Jadi salah satu dari dua hal tersebutakan terjadi dengan kita.apakah alquran Itu akan menolong kita, sebagai penolong bagi kitapada hari ketika kita membutuhkan setiap perbuatan baik, atau itu akan menjadi sesuatu yang membuat kita terjerumus ke neraka. Siapa yang akan menolong kita pada hari itu kalau jika alquran sendiri menentang kita?!?! Pikirkan baik-baik, saudara atau saudari Muslimah dimuliakan Allah, tentang kedekatan kita dengan Alquran. Apakah kita mengabaikannya, membantahnya, tidak memedulikan perintah dan larangannya, atau apakah kita memikirkannya dengan mendalam? Apakah alquran akan berada di pihak kita pada Hari Pengadilan.?!

3 - Alquran Akan Menjadi Syafaat Bagi Kita Pada Hari Pengadilan.

Berdasarkan hadis: Abu Umaamah menceritakan bahwa Nabi (sallallaahu ‘alaihi wa sallam) bersabda:" Bacalah Alquran, karena sesungguhnya alquran akan datang pada Hari kiamat sebagai syafaat bagi para sahabatnya. "[Muslim]

4 - Dengan Membaca Alquran Pada Hari Kiamat Nanti Derajatnya Akan Diangkat

jika kita adalah orang yang selalu membaca Alquran, maka pada hari kiamat nanti derajat kita akan selalu naik ke tempat-tempat yang tertinggi. (Abwâbul Faraj halaman 73)

5 - Orang Yang Ahli Alquran Adalah Orang Terbaik.

‘Uthmaan ra, mengatakan bahwa Nabi (sallallaahu‘ alaihi wa sallam) bersabda: "Yang terbaik dari kalian adalah orang-orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain" [Al-Bukhari]

6 - Ada Sepuluh Kebaikan (pahala) Untuk Setiap Huruf yang dibaca dari Alquran.

Hadis At-Tirmizi membuktikan: "Siapa pun yang membaca satru huruf dari alquran, ia akan mendapat pahala. Dan pahala itu akan dikalikan sepuluh. Saya tidak mengatakan bahwa "Alif, Laam, Mim" adalah satu huruf, melainkan saya mengatakan bahwa "Alif" adalah satu huruf, "laam" adalah satu huruf dan "mim" adalah satu  huruf." oleh karena itu mari kita tingkatkan pembacaan Alquran kita." agar mendapatkan pahala ini yang melimpah dan membuat Allah ridha kepada kita.

7 - Orang Yang Membaca Alquran Akan Ditemani Oleh Para Malaikat Yang Mulia lagi Patuh.

'Aa'ishah, ra , menceritakan bahwa Nabi (sallallaahu' alaihi wa sallam) mengatakan: "Sesungguhnya orang yang membaca Alquran dengan indah, lancar, dan benar bacaanya, dia akan berada di dekat malaikat yang mulia lagi taat. Dan bagi orang yang membaca dengan susah payah, gagap atau terbatah-batah melalui ayat-ayatnya, maka dia akan mendapat dua kali lipat ganjaran itu. ”[Al-Bukhari dan Muslim]

Baca Juga: 10 Keutamaan Tahajud

Jadi saudara atau saudari Muslim yang mulia, jangan biarkan Setan memberi kita alasan yang salah, seperti "Saya bukan ‘Arab," atau "Ini bukan bahasa saya." Hadits ini adalah bukti kuat terhadap bisikan-bisikan ini ketika kita ingin menjadi ahli alquran. 

8 - Posisi Kita di Surga Ditentukan Oleh Jumlah Alquran yang kita Hafal!

'Abdullaah ibn' Amr ibn Al-'Aas mendengar Nabi (sallallaahu 'alaihi wa sallam) mengatakan: "Itu akan dikatakan kepada sahabat Al-Qur'an: Baca dan naiklah (melalui tingkat surga) dan perbaguslah suaramu seperti dulu ketika kamu berada di dunia! Karena sesungguhnya, posisi kamu di surga akan berada pada ayat terakhir yang Anda baca! ”[Abu Daawuddan At-Tirmizi, sahih]

9 - Alquran Akan Menuntun Kita ke Surga!

Nabi Bersabda: "Alquran adalah pendoa syafaat, sesuatu yang diberi izin untuk bersyafaat, dan itu dipercayai. Siapa pun yang meletakkannya di depannya, itu akan membawanya ke surga; siapa pun yang meletakkannya di belakangnya, itu akan mengarahkannya ke Neraka. ”[Sebuah hadis otentik yang ditemukan di At-Tabaraanee, atas otoritas‘ Abdullaah ibn Mas'ood]

Ketahuilah, saudara-saudari yang dimuliakan Allah bahwa sembilan manfaat dari banyak manfaat yang lainnya, ini hanya dapat dicapai dengan komitmen yang tulus terhadap Kitab Allah (alquran), bukan hanya dengan ucapan, "Saya suka Al-Qur'an, karena alquran itu indah." akan tetapi hati harus dengan tulus melekat pada Kitab Allah (alquran), anggota tubuh dan lidah akan mengikuti membacanya. kita harus tahu bahwa disini hanya menyebutkan beberapa manfaat membaca dan merenungkan Alquran. Sebenarnya masih ada banyak manfaat yang lain kalau kita membaca Alquran yang terdapat di buku-buku hadis,

Semoga dengan kita mengetahui 9 keutamaan membaca Alquran ini, dapat menambah semangat kita untuk menjadi ahli alquran.

Labels: , , ,

Monday, 10 February 2020

Inilah Penyebab Lemahnya Iman

Lemahnya Iman  - Iman tidak hanya berupa ucapan yang keluar dati lisan saja, dan juga bukan sekedar syi’ar yang smapai kepada kita saja. Iman itu merupakan ketaatan, ketundukan, kepatuhan, dalam melaksanakan Syariat Allah dengan Ikhlas, maka iman harus selalu berkobar di jiwa kita, begemuruh di ucapan, dan menyemarakkan dalam perbuatan.

Ahlus Sunnah bersepakat iman dapat bertambah dan berkurang, bertambahnya dengan beramal shalih, dan berkurang dengan kemaksiatan. Terdapat banyak faktor-faktor yang dapat membuat iman kita semakin lemah. Jika tidak bersegera untuk memperbaikinya maka hal itu dapat merusak pondasi iman kita. Salah satu metode memperbaiki iman kita adalah dangan cara mengetahui hal-hal yang dapat melemahkan iman kita. Di antaranya sebagai berikut:

Kurangnya Keikhlasan

Allah swt. berfirman:
Artinya: “ padahal mereka itu tidak diperintahkan kecuali hanya untuk menyembah Allah dengan ikhlas (memurnikan) ketaatan kepada-Nya dalam (melaksanakan) agama dengan lurus” (Al-Bayyinah:5)

Ikhlas adalah ketika kita menganggap pujian dan hinaan orang lain kepada kita itu sama nilainya disisi kita. Sangat sulit kita cari orang yang benar-benar ikhlas dizaman tipu daya saat ini, kecuali bagi orang-orang yang Allah rahmati. Bukan berarti keikhlasan itu sudah tidak ada melainkan untuk menuju keikhlasan kita harus butuh perjuangan  dan kesungguhan dan latihan yang terus menerus dalam setiap amal shalih yang kita lakukan.

Jika suatu amal shalih yang kita lakukan kemudian kita nodai dengan riya’, ingin dipuji, ingin terkenal, maka ini akan membuat kita lemah dalam melakukan perbuata amal shalih bahkan amalan yang kita usahakan hanya sekedar perbuatan yang sia-sia saja.

Terkada kita sudah betekad atau bersikap konsisten sehingga kita sudah termasuk ke dalam golongan orang yang konsisten. Akan tetapi, tujuannya melakukan tekad dan konsisten tersebut bukan hanya keikhlasan dan mengharap ridha dari Allah, melainkan ia merusak amal shalihnya dengang perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allha seperti riyadan ingin dipuji oleh orang lain.

Dalam beramal kita harus menujukakn niat kita hanya kepada Allah semata, maka jika kita mendambakan kebahagian di dunia dan di akhirat maka hendaklah kita besikap ikhlas dan selalu meluruskan niat kita, karena dengan sikap inilah suatu amala shalih kita dinilai ibada dan berpahala di sisi Allah swt. Amal shalih yang sedikit tetapi ikhlas itu lebih baik daripad amal banyak tetapi jauh dari keikhlasan kepada Allah.

kurang paham tentang Hakikat ibadah

Ibadah menurut Ibnu Taimiyah adalah “nama bagi segala sesuatu yang dicintai oleh Allah swt. dan diridhai-Nya berupa perbuatan dan ucapan lahir maupun batun.” 

Dapat kita simpulkan bahwa ibadah adalah seluruh perbuatan dan ucapan yang baik dimata Allah, karena baik dalam pandangan manusia, belum tentu baik dalam pandangan Allah swt. Sedekah ibadah, senyum ibadah, mengucapkan shalam ibadah. Jika begitu, mengapa kita sering beranggapan bahwa ibadah itu hanya seputar kegiatan di mesjid saja? Bukankah setiap kegiatan sehari-hari kita bisa dijadikan suatu ibadah? Asalakan dengan niat ynag tulus dan sesuai petunjuk syariat.

Jika selama ini  kita menganggap bahwa agama itu hanya sebats ibdah-ibadah resmi yang dilakukan seperti shalat, zakat, haji, puasa dll. Maka ini adalah suatu kesalahan yang sangat fatal dan bentuk dari sikap keras kepala.

Labels: , , , ,

7 Amalan Sedekah Jariyah Melimpah Pahala

Islam sangat mementingkan dan memperhatikan amal. Begitu banyak, zakat atau sedekah adalah salah satu dari lima rukun Islam. Tujuan yang mendasarinya adalah untuk memastikan bahwa kekayaan dibagi rata di antara yang kaya dan yang miskin sehingga tidak ada titik fokus kekayaan.

Konsep ini memastikan bahwa orang miskin tidak menderita karena harus mengalami kondisi hidup yang mengerikan.

Sedekah Jariyah

Sedekah berarti amal dan Jariyah berarti berkelanjutan. Dengan demikian, secara keseluruhan, Sedekah Jariyah berarti amal yang berkelanjutan yang menyiratkan bahwa imbalan dari tindakan tertentu terus diberikan kepada orang yang telah melakukan tindakan tersebut, bahkan setelah dia mati.

Jadi, kita harus berusaha melakukan Sedekah Jariyah ini sebanyak mungkin. Sedekah Jariyah ini akan terus memberi manfaat bagi semua orang bahkan setelah kita meninggal. Selama Sedekah Jariyah ini bermanfaat bagi seseorang, kita akan terus dihargai oleh Allah (SWT). Bahkan tindakan-tindakan kecil seperti tersenyum dianggap sebagai sedekah (amal sukarela). Nabi Muhammad (saw) berkata:

Senyummu untuk saudaramu adalah sedekah. (At-Tirmidzi, 1879)
Setelah seseorang meninggal, tidak ada yang bisa dia lakukan atau terputuslah amalannya. Perbuatan yang kita lakukan dalam hidup ini akan catat oleh Malaikat dan Anda akan muliakan atau dihukum sesuai dengan amal yang kita lakukan. Namun, seperti dilansir Abu Hurairah:

Rasulullah berkata:
Ketika seorang pria meninggal, perbuatannya berakhir kecuali untuk tiga hal: Sedekah Jariyah (amal tanpa henti); pengetahuan yang bermanfaat, atau keturunan yang saleh yang berdoa untuknya (untuk orang tua yang sudah meninggal). (Muslim 4005)

Berikut adalah beberapa amal ( sedekah jariyah ) yang dapat membantu kita mendapatkan sedekah Jariyah:


1. Menanam pohon. Setiap kali seseorang mendapat manfaat dari pohon dengan duduk di bawah naungannya atau dengan memakan buahnya, kita akan menerima pahala dari sedekah jariyah ini.

2. Membantu (melalui bantuan keuangan atau fisik) dalam membangun masjid atau panti asuhan.

3. Membayar pendidikan siswa atau mengajar siswa secara gratis.

4. Bantu seseorang mempelajari Doa atau mengirim mereka Doa / Surah untuk dibaca. Di zaman sekarang, ada banyak cara untuk dapat melakukan itu ( sedekah jariyah ). Anda dapat mengirim mereka aplikasi Islami yang berisi doa-doa dan Al-Quran

Kita bahkan dapat mengirimkan salinan Al-Quran atau doa-doa kepada orang-orang. Setiap kali mereka membaca Doa / Surah, tindakan tersebut akan terbukti menjadi sedekah Jariyah untuk kita

5. menyayangi anak yatim. Anda dapat mensponsori sebagian dengan meminjamkan dukungan finansial atau menyayanginya.

6. menggali sumur. Setiap kali seseorang minum dari sumur atau milik kita, kita akan diberi pahala oleh Allah (SWT) sebagau sedekah jariyah.

7. Menyumbangkan kursi roda atau peralatan lain ke rumah sakit atau membantu membangun rumah sakit untuk orang miskin dan yang membutuhkan. Setiap kali rumah sakit atau peralatan digunakan, kita akan menerima pahala sebagai sedekah jariyah.

Jika dipikir-pikir, tindakan-tindakan yang telah diuraikan di atas tidak memerlukan banyak usaha, namun manfaat yang akan mereka petik tidak ada habisnya. Ketika orang, hewan, atau siapa pun pada dasarnya akan mendapat manfaat dari tindakan-tindakan ini setelah kita meninggal dunia, ganjaran akan terus bertambah kepada orang-orang dari perbuatan baik yang kita lakukan ketika kita masih hidup.

Demikian pula, seseorang dapat berkontribusi dengan uang dan mencari nafkah untuk banyak orang. Semakin banyak kita rela menghabiskan harta kita di jalan Allah (SWT), semakin banyak berkah yang diberikan Allah kepada kita.

perumpamaan dari mereka yang menghabiskan harta mereka di jalan Allah seperti benih [biji-bijian] yang menumbuhkan tujuh tangkai; di setiap tangkai ada seratus butir. Dan Allah melipatgandakan [pahala-Nya] untuk siapa Dia kehendaki. Dan Allah Maha Menguasai dan Mengetahui. (Al-Quran 2: 261)

Melakukan semua tindakan yang disebutkan di atas tidak hanya akan memberi kita pahala terus menerus, tetapi juga akan membantu banyak orang dalam proses tersebut dan bahkan mungkin memulai rantai kebaikan.

Labels: , , , ,

Friday, 7 February 2020

Banyak Yang Keliru Antara MasyaAllah Dan SubahanAllah


Ucapan “MasyaAllah” dan “SubhannAllah” Sudah menjadi ucapan sehari-hari bagi seorang muslim. Meskipun demikian masih banyak orang yang bingung dan salah dalam masalah ini.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah mengatakan: “merupakan sesuatu yang disyariatkan ketika kita melihat sesuatu yang membuat kita takjub untuk mengatakan “MasyaAllah” atau mengucapkan kalimat yang lainnya yang mendoakan keberkahan”. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Kahfi ayat 39 menjelaskan masalah ini.
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “maa syaa allah, laa quwwata illaa billah”‘ (QS. Al Kahfi: 39)”
MasyaAllah itu sendiri bisa dimaknai dengan dua makna yaitu, makna yang pertama adalah “inilah yang dikehendaki oleh Allah”, dan makna yang kedua adalah “apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi”. Oleh karena itu ketika kita melihat sesuatu yang menakjubkan bagi kita maka hendalah mengucapkan “ما شاء الله” ini membuktikan kalau kita menyadari bahwa yang menakjubkan itu hanya terjadi karena Allah.
Buya Yahya berpendapat: “kalau kita melihat sesuatu yang mengagumkan lagi baik seperti anak shaleh, mobil bagus, dan yang lainnya maka ucapkan lah “مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ kemudian mendoakannya dengan keberkahan” 
Sedangkan “SubhanAllah” sendiri memiliki arti “Maha Suci Allah” Yaitu menyucikan Allah dari segala keburukan. Ungkapan ini juga sekaligus mengAgungkan Allah bahwa Dia-lah yang Maha Suci. Ucapan ini dapat digunakan ketika melihat sesuatu yang mengherankan maupun itu sesuatu yang baik ataupun sesuatu yang tidak baik. Contohnya Allah menggunakan lafaz ini di awal ayat yang mencerikatan kejadian isra’ mi’raj, tentunya ini merupakan sesuatu kejadian yang sangat menakjubkan.
Ada juga pendapat yang lain mengatakan bahwa ucapan ini diucapkan ketika heran dengan sikap seseorang.
Yang terpenting jangan kita terlalu gampang untuk menyalahkan orang lain terutama dengan masalah-masalah yang semisal dengan ini, seperti penulisan “insyaAllah” dan yang lainnya. Jangan sampai karena masalah yang seperti ini kita terpecah belah. Masih banyak masalah-masalah yang lain dan yang lebih penting untuk kita bahas dan jauh lebih bermanfaat. Jangan sampai kita sibuk membahas ini, sedangkan shalat kita saja masih lalai, bahkan tak jarang juga meninggalkan shalat dengan sengaja.

Labels: ,

Wednesday, 5 February 2020

Tafsir Surah Al-Humazah Ayat 1 (ust. Firanda Andirja)

Tafsir Surah Al-Humazah Ayat 1 (ust. Firanda Andirja)

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ

Artinya: “celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela

seluruh surat dalam al-Qur’an yang dibuka dengan وَيْلٌ (celaka) hanya ada dua surah yaitu Surah al-Humazah dan al-Muthaffifin. Kalimat وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ itu artinya “kecelakaan bagi orang orang yang mengurangi takaran timbanan(ketika ia menjual seseatu kepada orang lain)”. Ini berkaitan dengan orang yang mengambil hak orang lain, mengurangi hak orang lain. Seharusnya dia menjual dengan timbangan yang penuh, akan tetapi dia kurangi. Karena hal ini berkaitan dengan orang lain maka Allah swt. mengatakan “celaka”. Karena kita tahu bahwa dosa ada dua bentuk, yaitu dosa yang berkaitan dengan diri sendiri seperti berzina, meninggalkan salat, malas ibadah, puasa malas-malasan, dan ada dosa yang berkaitan dengan orang lain, dan dosa ini lebih berbahaya, karena dosa yang berkaitan dengan diri kita pada dasarnya Allah akan memaafkan. Berbeda dengan dosa yang berkaitan dengan orang lain maka orang yang bersangkutan akan menuntut kita di akhirat nanti makanya sofian ats-Stauri pernah berkata:

“bahwasannya engkau bertemu dengan Allah dengan membawa 70 dosa antara engkau dengan Allah itu lebih ringan daripada engkau bertemu dengan Allah dengan membawa satu dosa engkau menzhalimi orang lain.”

Imam asy-Syafi’i pernah berkata:

“seburuk-buruk bekal menuju hari kiamat adalah berbuat kezhaliman kepada hamba Allah yang lain”.

Sementata وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ ini juga berkaitan dengan hak orang lain, tapi berkaitan dengan harga diri orang lain. Kita tidak boleh menzhalimi orang lain terkat dengan darahnya, hartanya, dan berkaitan dengan harga dirinya. Dalam hadis kata Rasulullah saw.

“sesungguhnya darah kalian haram (tidak boleh ditumpahkan) diantara kalian, demikian juga harta kalian (tidak boleh diambil) demikian juga hargadiri kalian haram (tidak boleh dijatuhkan”).
       
         Sebagaimana tidak  oleh kita ganggu orang lain dari sisi kita pukul, atau kita ambil hartanya, maka tidak boleh juga kita menzhalimi orang lain dari sisi harga dirinya. Surah ini berkaitan dengan menzhalimi orang lain dari sisi harga dirinya. Yaitu seseorang yang هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ (mengumpat lagi mencela). Terjaadi perbedaan pendapat dikalanga ulama antara هُمَزَةٍ dan لُّمَزَةٍ. Sebagian ulama mengatakan هُمَزَةٍ yaitu mencela orang lain, mencela harga dirinya dalam kondisi orang lain tersebut tidak ada dihadapannya, seperti ghibah dan yang lainnya. Adapun لُّمَزَةٍ artinya mencela orang lain dihadapannya. Sebagian ulama yang lain mengatakan هُمَزَةٍ artinya berkaitan dengan mencela orang lain dengan lirikan mata dangan mencibir, dangan gerakan. Sedangkan لُّمَزَةٍ artinya mencela langsung dengan lisan.

     Intinya semua yang menunjukkan pencelaan, penghinaan, perendahan kepada orang lain maka itu tidak diperbolehkan. Orang yang terbiasa memiliki dua sifat ini biasanya dia akan sombong karena tidaklah dia begitu kecuali dalam hatinya ada merasa tinggi, sehingga sediki-sedikit merendahkan orang lain. Kata Nabi saw: ”menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”. cukuplah seseorang dikatakan buruk kalau dia merendahkan orang lain. maka kita haru berhati-hati, meskipun ada orang yang lebih rendah daripada kita, jangan sesekali untuk merendahkan dan menghinanya.

sumber:

ust. Firanda Andirja || SUBSCRIBE

Labels: